28 Mei 2010

Etika Ketika Makan

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Apa kabar temen-temen, semoga senantiasa dalam selimut rahmat-Nya, dijauhkan dari segala macam keburukan siang dan malam.

Salam serta shalawat semoga tetap tercurah kepada Junjungan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga beserta sahabat, juga seluruh umatnya hingga yaumil akhir.

Temen-temen ikhwan wa ikhwati fillah, sungguh karena keterbatasan ilmu dan waktu kami sehingga lama tidak meng-update pesan kepada antum sekalian. Atau mungkin karena kami yang belum bisa istiqomah dalam da’wah perjuangan ini, Semoga Allah mengampuni kami, atas kekhilafan ini.

Melanjutkan pembahasan kita beberapa hari yang lalu mengenai etika sebelum makan, untuk kali ini kita akan belajar bagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mengajarkan tatacara makan yang benar.

ETIKA KETIKA MAKAN

Ketika memulai makan hendaknya kita mengawali dengan membaca basmallah, dianjurkan makan dengan menggunakan tangan kanan, memperkecil suapan agar dapat dikunyah dengan baik, tidak memasukkan makanan lagi sebelum menelan makan yang ada di mulut, serta tidak mencela makanan.

Anas radhiyallahu ‘anh meriwayatkan,

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah mencela makanan, Apabila beliau menyukai suatu makanan, beliau memakannya. Apabila beliau tidak menyukainya, beliau tidak memakannya.” (HR. Muslim).

Salah satu etika makan yang lain adalah mengkonsumsi makanan yang ada di hadapan kita.

“Makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” (HR. Bukhari-Muslim).

Kita juga dianjurkan untuk tidak memulai makan dari tengah makanan, tapi mulai dari tepi makanan.

Kita dianjurkan tidak mengusap tangan dengan sapu tangan sebelum menjilati sisa makanan yang ada di jari-jari sebab kita tidak tahu di makanan yang mana ada berkah Allah.

Ketika hendak menkonsumsi makanan yang masih panas, kita dilarang meniup makanan tersebut. Perbuatan seperti itu dilarang oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ketiaka minum, hendaknya kita mengambil gelas dengan tangan kanan sambil mengucapkan bismillah, setelah itu meminumnya dengan cara menghisap air yang ada di gelas, bukan dengan meneguknya. Setelah minum kita dianjurkan membaca doa berikut yang artinya:

“Segala puji bagi Allah yang telah menjadikannya tawar dan segar karena rahmat-Nya. Dan tidak pula menjadikannya asin dan pahit karena dosa-dosa yang kami lakukan.” (HR. Abu Dawud)

ETIKA SETELAH MAKAN

Setelah makan, kita dianjurkan membersihkan makanan yang ada di sela-sela gigi, serta membaca doa yang artinya,

“Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum dan menjadikan kami termasuk orang-orang yang berserah diri.”

Semua hal itu di akhiri dengan mencuci tangan dan mulut.

Wallahu a’lam,

Semoga apa yang kita dapat bermanfaat bagi kami pribadi juga bagi ikhwah fillah sekalian.

^^Bersihkan hati menuju ridha Ilahi^^

Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Diposting juga ke :

http://debyanhajiprastyo.blogspot.com/


Sumber: Mukhtashar Ihya Ulumuddin, Imam Ghazali.

Tiada ulasan:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...