Memaparkan catatan dengan label Aurat. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Aurat. Papar semua catatan

16 Oktober 2010

Wahai saudariku tutuplah aurat (sluruh badan kecuali muka & tlapak tanganmu ).

Jilbab
dalam bahasa Arab artinya kain lebar yang diselimutkan ke pakaian luar; yang menutupi kepala, punggung, dan dada, yang biasa dipakai wanita ketika keluar dari rumahnya. Adapun kriteria Jilbab adalah sebagai berikut:

1.Meliputi seluruh tubuh (kecuali telapak tangan dan wajah).
2.Bukan berupa perhiasan dalam bentuk pakaian. Artinya bukan berupa bordiran, batik, dan motif. 3.Kainnya tebal dan tidak tembus pandang.
4.Longgar dan tidak sempit.
5.Tidak diberi wangi-wangian.
6.Tidak menyerupai pakaian laki-laki.
7.Tidak menyerupai pakaian khas wanita kafir
8.Tidak merupakan pakaian yang menarik perhatian ataupun dianggap aneh.

Jilbab adalah wajib...:

Berjilbab merupakan perintah Allah swt kepada muslimah. Sebagaimana tertera pada ayat Al-Qur’an. Wahai Nabi! Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan kain jilbabnya keseluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab (33): Allah memerintahkan sesuatu pasti ada manfaatnya. Oleh karena itu, manfaat dari jilbab menurut sains dan secara Islam adalah...
“Ada dua macam penghuni Neraka yang tak pernah kulihat sebelumnya; sekelompok laki-laki yang memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan, yang dikepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka (wanita-wanita seperti ini) tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jarak yang jauh” ( HR. Muslim) Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang” ialah mereka yang menutup sebagian tubuhnya dan menampakkan sebagian lainnya dengan maksud menunjukkan kecantikannya.

1.Selamat dari adzab Allah (adzab neraka)
2.Terhindar dari pelecehan

Banyaknya pelecehan seksual terhadap kaum wanita adalah akibat tingkah laku mereka sendiri. Karena wanita merupakan fitnah (godaan) terbesar. Sebagaiman sabda Nabi Muhammad saw, “Sepeninggalku tak ada fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari) Jikalau wanita pada zaman Rasul merupakan fitnah terbesar bagi laki-laki padahal wanita pada zaman ini konsisten terhadap jilbab mereka dan tak banyak lelaki jahat saat itu, maka bagaimana wanita pada zaman sekarang??? Tentunya akan menjadi target pelecehan. Hal ini telah terbukti dengan tingginya pelecehan di negara-negara Eropa (wanitanya tidak berjilbab).

3.Memelihara kecemburuan laki-laki,

Sifat cemburu adalah sifat yang telah Allah swt tanamkan kepada hati laki-laki agar lebih menjaga harga diri wanita yang menjadi mahramnya. Cemburu merupakan sifat derpuji dalam Islam. “Allah itu cemburu dan orang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah adalah apabila seorang mukmin menghampiri apa yang diharamkan-Nya.” (HR. Muslim) Bila jilbab ditanggalkan, rasa cemburu laki-laki akan hilang. Sehingga jika terjadi pelecehan tidak ada yang akan membela.

4.Akan seperti biadadari surga

“Dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menundukkan pandangannya, mereka tak pernah disentuh seorang manusia atau jin pun sebelumnya.” (QS. Ar-Rahman: 56) “Mereka laksana permata yakut dan marjan.” (QS. Ar-Rahman: 58) “Mereka laksana telur yang tersimpan rapi.” (QS. Ash-Shaffaat: 49)surga. Iaitu menundukkan pandangan, tak pernah disentuh oleh yang bukan mahramnya, yang senantiasa dirumah untuk menjaga kehormatan diri. Wanita inilah merupakan perhiasan yang amatlah berharga.

5.Mencegah penyakit kanser kulit

Kanser adalah sekumpulan penyakit yang menyebabkan sebagian sel tubuh berubah sifatnya. Kanser kulit adalah tumor-tumor yang terbentuk akibat kekacauan dalam sel yang disebabkan oleh penyinaran, zat-zat kimia, dan sebagainya. Penelitian menunjukkan kanser kulit biasanya disebabkan oleh sinar Ultra Violet (UV) yang menyinari wajah, leher, tangan, dan kaki. Kanser ini banyak menyerang orang berkulit putih, sebab kulit putih lebih mudah terbakar matahari. Kanser tidaklah membeda-bedakan antara laki-laki dan wanita. Hanya saja, wanita memiliki daya tahan tubuh lebih rendah daripada laki-laki. Oleh karena itu, wanita lebih mudah terserang penyakit khususnya kanser kulit. Oleh karena itu, cara untuk melindungi tubuh dari kanser kulit adalah dengan menutupi kulit. Salah satunya dengan berjilbab. Karena dengan berjilbab, kita melindungi kulit kita dari sinar UV. Melindungi tubuh bukan dengan memakai kerudung gaul dan baju ketat. Kenapa? Karena hal itu percuma saja. Karena sinar UV masih bisa menembus pakaian yang ketat apalagi pakaian transparan. Berjilbab disini haruslah sesuai kriteria jilbab.

6.Memperlambat gejala penuaan

Penuaan adalah proses alamiah yang sudah pasti dialami oleh semua orang yaitu lambatnya proses pertumbuhan dan pembelahan sel-sel dalam tubuh. Gejala-gejala penuaan antara lain adalah rambut memutih, kulit keriput, dan lain-lain. Penyebab utama gejala penuaan adalah sinar matahai. Sinar matahari memang penting bagi pembentukan vitamin D yang berperanan penting terhadap kesehatan kulit. Namun, secara ilmiah dapat dijelaskan bahwa sinar matahari merangsang melanosit (sel-sel melanin) untuk mengeluarkan melanin, akibatnya rusaklah jaringan kolagen dan elastin.

Jaringan kolagen dan elastin berperan penting dalam menjaga keindahan dan kelenturan kulit. Krim-krim pelindung kulit pun tidak mampu melindungi kulit secara total dari sinar matahari. Sehingga dianjurkan untuk melindungi tubuh dengan jilbab. Jilbab adalah kewajiban untuk setiap muslimah. Dan jilbab pun memiliki manfaat. Ternyata tak sekedar membawa manfaat ukhrawi namun banyak juga manfaat duniawinya. Jilbab tak hanya sekedar menjaga iman dan takwa pemakainya, namun juga membuat kulit terlindungi dari penyakit kanser dan proses penuaan.

Demikianlah Allah memberi kasih sayangnya kepada wanita melalui syariat islam yang sempurna ^_^ ....

Sumber: Ahmad Tukiran Maulana Da'i Keliling

27 Ogos 2010

Ketahuilah Wanita, Lelaki Teransang 30 Kali Sehari

Saya tertarik benar dengan khutbah Jumaat di tempat saya (Balai Islam, Flet Pekeliling) 15 Jun lalu. Isunya mengenai kewajipan menutup aurat.

Disebabkan semua jemaah lelaki, khatib mengingatkan jemaah supaya memberitahu anak isteri supaya menjaga aurat masing-masing.

Kenapa wanita tu senang menjadi fitnah? hum..memang itulah hakikatnye.. kerana wahai wanita, Allah telah jadikan anda makhluk paling cantik dipandang mata, andalah sebaik-baik perhiasan yang mampu menarik pandangan setiap mata di sekitarmu..

01.Ada yang pakai tudung singkat. Julurnya diikat ke belakang. Atau diikat ke leher. Maka nampaklah 'kegebuan' leher dan dadanya. Sedangkan dalam khutbah tadi, khatib membacakan ayat al-Quran yang meminta wanita melabuhkan tudung, menutup bahagian dada mereka.

02.Ada pakai tudung, tapi pakai T-shirt pendek. Malah ada yang pakai T-shirt tanpa lengan. Sudah tu ketat pula. Bukankah lengan itu aurat. Bahaya mendedahkan lengan yang 'gebu' itu. Yang dahsyatnya, ada pakai T-shirt singkat yang dipadankan dengan jeans terlondeh. Jadi apabila membongkok atau duduk, nampak seluar dalam, malah kadang-kadang alur bontot.

03.Ada pakai tudung, tapi pakai jeans teramat ketat. Alur punggung pun terbelah dua. Bentuk bontot pun terserlah. Apa nak jadi ni?

04.Ada yang pakai tudung, tapi pakai kebaya ketat. Tidak cukup dengan tu pakai 'kain koyak' pula. Apabila berjalan, terserlahlah 'kegebuan' betis malah kadang-kadang paha pun tersembul.

05.Ada yang pakai tudung, tapi pakai kain singkat, macam skirt mini. Kaki bukan auratkah? Pakailah stokin!!!!!!!

06.Ramai perempuan pakai tudung, tapi bermekap tebal dan berwangi-wangian. Bibir merah menyala. Menunjukkan aksi seksi pula tu.

07.Ada perempuan bertudung, 'merendek' pula dengan pacar di bangku stesen bas dan pusat beli-belah. Ini menjatuhkan imej wanita bertudung.

08.Ramai perempuan suka pakai kasut bertumit tinggi. Apabila berjalan berbunyilah, tang, tang, tang. Dalam khutbah tadi, khatib memberitahu tidak boleh timbul bunyi yang boleh menaikkan syahwat lelaki.

Syahwat Lelaki
Berkenaan syahwat lelaki ini, saya berpendapat kebanyakan perempuan tidak memahaminya.

Ini kerana perempuan dan lelaki tidak sama dari segi biologi keinginannya.

Lelaki mudah saja naik syahwatnya sedangkan perempuan tidak. Kebanyakan perempuan ingat lelaki macam dia. Itu tidak benar sama sekali.

Seorang rakan saya memberitahu, satu kajian mendapati lelaki terangsang secara puratanya sebanyak 30 kali sehari. Ini sudah semula jadi. Bukan dibuat-buat. Jadi bukan sesuatu luar biasa jika lelaki naik syahwatnya jika melihat aurat perempuan.

Itu normal. Jadi untuk selamat dunia akhirat, lelaki dan perempuan wajib jaga aurat masing-masing. Ikut saranan al-Quran dan hadis. Tafsiran ajaran al-Quran dan hadis disampaikan oleh ilmuan agama seperti khatib Jumaat itu.

Pandai-pandailah nanti menjawab dan berdalih di hadapan Allah.. Tak takut ke?

Saya perhatikan sekarang ini ramai perempuan bertudung. Alhamdulillah, tetapi yang tidak sedapnya, semakin ramai wanita bertudung tetapi tidak menutup bahagian sensitif.

Lepas tu, disalahkan pula lelaki mata keranjang... Lelaki buaya darat... Lelaki mengganggu... Lelaki sexual harashment... Sape suruh buat-buat suara manja? Sape suruh? Sapa suruh telanjang dikhalayak ramai? Akhir zaman, wanita berpakaian, tetapi hakikatnya mereka berbogel... Sape yang cakap tu?iLuvislam.com

Lelaki dan perempuan ikut saja panduan al-Quran dan hadis jika mahu selamat.

Jangan mahu dibantah hukum-hakam agama. Hendak Seribu Daya, Tak Hendak Seribu Dalih.. Wallahua'lam

Info PenulisSaudara Zulhafidz Yahaya merupakan Ketua Team Designer bagi iLuvislam.com. Beliau merupakan anak kelahiran Grik, Perak. Memiliki Ijazah Sarjana Muda Perancangan Bandar dan Wilayah dari Universiti Teknologi Mara (UITM) Shah Alam, Selangor (2006). + www.facebook.com/agmnhob

2 Julai 2010

Cara Syaitan Membuka Aurat Wanita


Syaitan dalam menggoda manusia memiliki berbagai cara strategi, dan yang sering dipakai adalah dengan memanfaatkan hawa nafsu, yang memang memiliki kecenderungan mengajak kepada keburukan (ammaratun bis su'). Syaitan seakan mengetahui kecenderungan nafsu kita, dia terus berusaha agar manusia keluar dari garis yang telah ditentukan Allah, termasuk melepaskan hijab atau pakaian muslimah.

Berikut adalah cara bertahap:

I. Menghilangkan Definisi Hijab
Dalam tahap ini syaitan membisikkan kepada para wanita, bahawa pakaian apapun termasuk hijab (penutup) itu tidak ada kaitannya dengan agama, ia hanya sekadar pakaian atau gaya hiasan bagi para wanita. Jadi tidak ada pakaian syar'i, pakaian, dengan apa pun bentuk dan namanya tetap pakaian.

Sehingga akibatnya, ketika zaman telah berubah, atau kebudayaan manusia telah berganti, maka tidak ada masalah pakaian ikut ganti juga. Demikian pula ketika seseorang berpindah dari suatu negeri ke negeri yang lain, maka harus menyesuaikan diri dengan pakaian penduduknya, apapun yang mereka pakai. Berbeza
halnya jika seorang wanita berkeyakinan, bahawa hijab adalah pakaian syar'i (identiti keislaman), dan memakainya adalah ibadah bukan sekadar gaya ( fesyen ). Biarpun hidup bila saja dan di mana saja, maka hijab syar'i tetap dipertahankan. .

Apabila seorang wanita masih bertahan dengan prinsip hijabnya, maka syaitan beralih dengan strategi yang lebih halus.

Caranya?

Pertama, Membuka Bahagian Tangan
Telapak tangan mungkin sudah kebiasaannya terbuka, maka syaitan membisikkan kepada para wanita agar ada sedikit peningkatan model yakni membuka bahagian hasta (siku hingga telapak tangan). "Ah tidak ! apa-apa, kan masih pakai jilbab dan pakai baju panjang? Begitu bisikan syaitan. Dan benar si wanita akhirnya memakai pakaian model baru yang menampakkan tangannya, dan ternyata para lelaki melihatnya juga seperti biasa saja. Maka syaitan berbisik," Tu.. tidak apa-apa kan?

Kedua, Membuka Leher dan Dada
Setelah menampakkan tangan menjadi kebiasaan, maka datanglah syaitan untuk membisikkan perkara baru lagi. "Kini buka tangan sudah menjadi lumrah, maka perlu ada peningkatan model pakaian yang lebih maju lagi, yakni terbuka bahagian atas dada kamu." Tapi jangan sebut sebagai pakaian terbuka, hanya sekadar sedikit untuk mendapatkan hawa, agar tidak panas. Cubalah! Orang pasti tidak akan peduli, sebab hanya sebahagian kecil sahaja yang terbuka.

Maka dipakailah pakaian fesyen terbaru yang terbuka bahagian leher dan dadanya dari yang fesyen setengah lingkaran hingga yang fesyen bentuk huruf "V" yang tentu menjadikan lebih terlihat lagi bahagian sensitif lagi dari dadanya.

Ketiga, Berpakaian Tapi Telanjang
Syaitan berbisik lagi, "Pakaian mu hanya gitu-gitu saja, yak "cool" cari fesyen atau bahan lain yang lebih bagus! Tapi apa ya? Si wanita berfikir. "Banyak fesyen dan kain yang agak tipis, lalu bentuknya dibuat yang agak ketat biar lebih sedap/cantik dipandang," syaitan memberi idea baru.

Maka tergodalah si wanita, di carilah fesyen pakaian yang ketat dan kain yang tipis bahkan transparent. "Mungkin tak ada masalah, kan potongan pakaiannya masih panjang, hanya bahan dan fesyennya saja yang agak berbeza, biar nampak lebih feminin," begitu dia menokok-nambah. Walhasil pakaian tersebut akhirnya membudaya di kalangan wanita muslimah, makin hari makin bertambah ketat dan transparent, maka jadilah mereka wanita yang disebut oleh Nabi sebagai wanita kasiyat 'ariyat (berpakaian tetapi telanjang).

Keempat, Agak di Buka Sedikit
Setelah para wanita muslimah mengenakan pakaian yang ketat, maka syaitan datang lagi. Dan sebagaimana biasanya dia menawarkan idea baru yang sepertinya "cool" dan "vogue", yakni dibisiki wanita itu, "Pakaian seperti ini membuat susah berjalan atau duduk, soalnya sempit, apa tak sebaiknya di belah hingga lutut atau mendekati paha?" Dengan itu kamu akan lebih selesa, lebih kelihatan lincah dan energik." Lalu dicubalah idea baru itu, dan memang benar dengan dibelah mulai dari bahagian bawah hingga lutut atau mendekati paha ternyata membuat lebih selesa dan leluasa, terutama ketika akan duduk atau naik kenderaan. "Yah.... tersingkap sedikit tak apa-apa lah, yang penting enjoy," katanya.

Inilah tahapan awal syaitan merosak kaum wanita, hingga tahap ini pakaian masih tetap utuh dan panjang, hanya fesyen, corak, potongan dan bahan saja yang dibuat berbeza dengan hi! jab syar'i yang sebenarnya. Maka kini mulailah syaitan pada tahap berikutnya.

II. Terbuka Sedikit Demi Sedikit
Kini syaitan melangkah lagi, dengan tipu daya lain yang lebih "power", tujuannya agar para wanita menampakkan bahagian aurat tubuhnya.

Pertama, Membuka Telapak Kaki dan Tumit
Syaitan Berbisik kepada para wanita, "Baju panjang benar-benar tidak selesa, kalau hanya dengan membelah sedikit bahagiannya masih kurang leluasa, lebih elok kalau dipotong sahaja hingga atas mata kaki." Ini baru agak longgar. "Oh...... ada yang yang terlupa, kalau kamu pakai baju sedemikian, maka jilbab yang besar tidak sepadan lagi, sekarang kamu cari jilbab yang kecil agar lebih serasi dan sepadan, ala....... orang tetap menamakannya dengan jilbab."

Maka para wanita yang terpengaruh dengan bisikan ini terburu-buru mencari fesyen ! pakaian yang dimaksudkan. Tak ketinggalan kasut tumit tinggi, yang kalau untuk berjalan, dapat menarik perhatian orang.

Kedua, Membuka Seperempat Hingga Separuh Betis
Terbuka telapak kaki telah biasa ia lakukan, dan ternyata orang yang melihat juga tidak begitu ambil peduli. Maka syaitan kembali berbisik, "Ternyata kebanyakan manusia menyukai apa yang kamu lakukan, buktinya mereka tidak ada reaksi apa-apa, kecuali hanya beberapa orang. Kalau langkah kakimu masih kurang leluasa, maka cubalah kamu cari fesyen lain yang lebih menarik, bukankah kini banyak skirt separuh betis dijual di pasaran? Tidak usah terlalu terdedah, hanya terlihat kira-kira sepuluh centimetre saja." Nanti kalau sudah biasa, baru kamu cari fesyen baru yang terbuka hingga separuh betis."

Benar-benar bisikan syaitan dan hawa nafsu telah menjadi penasihat peribadinya, sehingga apa yang saja yang dibisikkan syaitan dalam jiwan! ya dia turutkan. Maka terbiasalah dia memakai pakaian yang terlihat separuh betisnya kemana saja dia pergi.

Ketiga, Terbuka Seluruh Betis
Kini di mata si wanita, zaman benar-benar telah berubah, syaitan telah berhasil membalikkan pandangan jernihnya. Terkadang si wanita berfikir, apakah ini tidak menyelisihi para wanita di masa Nabi dahulu. Namun bisikan syaitan dan hawa nafsu menyahut, "Ah jelas tidak, kan sekarang zaman sudah berubah, kalau zaman dulu para lelaki mengangkat pakaiannya hingga setengah betis, maka wanitanya harus menyelisihi dengan menjulurkannya hingga menutup telapak kaki, tapi kini lain, sekarang banyak lelaki yang menurunkan pakaiannya hingga bawah mata kaki, maka wanitanya harus menyelisihi mereka iaitu dengan mengangkatnya hingga setengah betis atau kalau perlu lebih ke atas lagi, sehingga nampak seluruh betisnya."

Tetapi? apakah itu tidak menja! di fitnah bagi kaum lelaki," bersungut. "Fitnah? Ah...... itu kan zaman dulu, di masa itu kaum lelaki tidak suka kalau wanita menampakkan auratnya, sehingga wanita-wanita mereka lebih banyak di rumah dan pakaian mereka sangat tertutup. Tapi sekarang sudah berbeza, kini kaum lelaki kalau melihat bahagian tubuh wanita yang terbuka, malah senang dan mengatakan ooh atau wow, bukankah ini bererti sudah tidak ada lagi fitnah, kerana sama- sama suka? Lihat saja fesyen pakaian di sana-sini, dari yang di pasar malam hingga yang berjenama di pusat membeli belah, semuanya memperagakan fesyen yang dirancang khusus untuk wanita maju di zaman ini. Kalau kamu tidak mengikutinya, akan menjadi wanita yang ketinggalan zaman."

Demikianlah, maka pakaian yang menampakkan seluruh betis akhirnya menjadi kebiasaan, apalagi ramai yang memakainya dan sedikit sekali orang yang mempersoalkannya. Kini tibalah saatnya syaitan melancarkan tahap terakhir dari tipu dayannya untuk melucuti hijab wanita.

III. Serba Mini
Setelah pakaian yang menampakkan betis menjadi pakaian sehari- harian dan dirasa biasa-biasa saja, maka datanglah bisikan syaitan yang lain. "Pakaian memerlukan variasi, jangan yang itu-itu saja, sekarang ini fesyen skirt mini, dan agar sepadan, rambut kepala harus terbuka, sehingga benar-benar kelihatan indah."

Maka akhirnya skirt mini yang menampakkan bahagian bawah paha dia pakai, bajunya pun bervariasi, ada yang terbuka hingga lengan tangan, terbuka bahagian dada sekaligus bahagian punggungnya dan berbagai fesyen lain yang serba pendek dan mini. Koleksi pakaiannya sangat beraneka ragam, ada pakaian untuk berpesta, bersosial, pakaian kerja, pakaian rasmi, pakaian malam, petang, musim panas, musim sejuk dan lain-lain, tak ketinggalan seluar pendek separuh paha pun dia miliki, fesyen dan warna rambut juga ikut bervariasi, semuanya telah dicuba. Begitulah sesuatu yang sepertinya mu! stahil untuk dilakukan, ternyata kalau sudah dihiasi oleh syaitan, maka segalanya menjadi serba mungkin dan diterima oleh manusia.

Hingga suatu ketika, muncul idea untuk mandi di kolam renang terbuka atau mandi di pantai, di mana semua wanitanya sama, hanya dua bahagian paling ketara saja yang tersisa untuk ditutupi, kemaluan dan buah dada. Mereka semua mengenakan pakaian yang sering disebut dengan "bikini". Kerana semuanya begitu, maka harus ikut begitu, dan na'udzubillah bisikan syaitan berhasil, tujuannya tercapai, "Menelanjangi Kaum Wanita."

Selanjutnya terserah kamu wahai wanita, kalian semua sama, telanjang di hadapan lelaki lain, di tempat umum. Aku berlepas diri kalau nanti kelak kalian sama-sama di neraka. Aku hanya menunjukkan jalan, engkau sendiri yang melakukan itu semua, maka tanggung sendiri semua dosamu" Syaitan tak ingin ambil risiko.

Penutup
Demikian halus,! cara yang digunakan syaitan, sehingga manusia terjerumus dalam dosa tanpa terasa. Maka hendaklah kita semua, terutama orang tua jika melihat gejala menyimpang pada anak-anak gadis dan para wanita kita sekecil apapun, segera secepatnya diambil tindakan. Jangan biarkan berlarut-larutan, kerana kalau dibiarkan dan telah menjadi kebiasaan, maka sakan menjadi sukar bagi kita untuk mengatasinya. Membiarkan mereka membuka aurat bererti merelakan mereka mendapatkan laknat Allah, kasihanilah mereka, selamatkan para wanita muslimah, jangan jerumuskan mereka ke dalam kebinasaan yang menyengsarakan, baik di dunia mahupun di akhirat.

22 Jun 2010

Aurat Wanita Merdeka Nisbah Pada Pandangan Lelaki Ajnabi



PERBANDINGAN EMPAT MAZAHAB BERHUBUNG WANITA MERDEKA NISBAH


MALIKIYY - Semua badannya, kecuali muka dan dua tapak
tangan.Mubah (harus) didedahkan muka dan dua tapak tangannya
dijalan dan di hadapan lelaki ajnabi,tetapi sengan syarat aman
daripada fitnah. Jika ditakuti fitnah, maka wajib ditutup

HAMBALIYY - Ada dua qawl:
1. Semua badannya kecuali muka dan dua tapak tangan. Muka
dan dua tapak tangannya halal dilihat lelaki ajnabi,
jika aman daripada fitnah. Tetapi wajib ditutup
sekiranya ditakuti mendatangkan fitnah.

2. Semua badannya, tampa kecuali. Ini berdasarkan kepada
satu riwayat daripada Iman Ahmad dan inilah qawl yang
paling sahih.

SHAFI'IYY - Ada dua qawl berdasarkan dua riwayat daripada Iman
Shafi'iyy:
1. Semua badan, tampa kecuali. Inilah qawl yang paling sahih
atau paling nyata atau mu'tamad, sebagaimana diterangkan
oleh Ibnu Hajar al-Haytamiyy di dalam az-Zawajir dan
al-Baydawiyy di dalam Tafsirnya dan juga para Ulama'
Shafi'iyyah.

2. Semua badan, melainkan muka dan dua tapak tangan. Mubah
didedahkan muka dan dua tapak tangan di hadapan lelaki
ajnabi dengan syarat aman daripada fitnah. Wajib tutup
muka dan dua tapak tangan itu bukan kerana ianya aurat,
tetapi kerana menutup pintu fitnah dan fasad.

HANAFIYY - Ada dua qawl, derdasarkan dua riwayat daripada Iman Abu
Hanifah:
1. Semua badan kecuali muka dan dua tapak tangan. Mubah di
dedahkan muka dan dua tapak tangan di jalan dan di depan
lelaki ajnabi dengan syarat aman dari fitnah. Jika
ditakuti mendatangkan fitnah atau membawa kepada fasad,
maka wajib ditutup.

2. Semua badannya, kecuali muka, dua tapak tangan dan dua
qadam (iaitu tapak kaki) dan pergelangannya

19 Jun 2010

Beringatlah Wahai Wanita, Peliharalah Auratmu..

Pembahasan tentang masalah aurat wanita Islam tidak pernah sunyi dari diperkatakan. Malangnya, apa yang mendukacitakan adalah sering kali penjelasan tentangnya tidak berlandaskan nas yang sahih sebaliknya hanyalah takwilan yang dilatari hawa nafsu serta kebencian kepada sumber yang qat’ie. Sebahagian kaum Muslimah yang telah dirasuk pemikiran kufur turut mempertikaikan kewajaran pemakaian tudung yang juga dipanggil ‘hijab’ dengan menganggap menutup kepala sebagai menutup akal. Contoh golongan ini adalah seperti Pengurus Program Sisters In Islam (SIS), Norhayati Kaprawi dalam sesi dialog Islam Liberal di Hotel Selesa, Pasir Gudang yang berkata bahawa pakaian taqwa itu lebih baik dari menutup aurat.

Ada juga yang beranggapan menutup aurat adalah penyebab kemunduran umat Islam. Ahmad Reda yang merupakan penyeru agar ditumbangkan sistem pemerintahan Islam di Turki menganggap bahawa selagi lelaki dan wanita Turki tidak bercampur bebas dan membuka hijabnya maka tiada kedaulatan undang-undang dan kebebasan di Turki [Rujuk al-Ittijah al-Wataniah fi al-Adab al-Mu’sir, Jil. 2, ms273). Manakala Taha Husin dari Mesir menyatakan dalam bukunya ‘Mustaqbal al-Thaqafah fi Misr’: “Kita mesti mengikut jejak langkah orang-orang Eropah dan cara mereka. Kita mesti menjadi sekutu mereka dan rakan kongsi dalam ketamadunan, sama ada yang baik atau yang buruk, sama ada yang manis atau yang pahit, sama ada yang disukai atau yang dicaci.” Baginya menutup aurat perlu ditentang kerana ianya berbeza dengan Barat. Dr. ‘Imad ‘Abd Hamid An-Najar dalam Jaridah al-Akhbar pula menyatakan: “Adapun mengenai hijab dan percampuran antara wanita dan lelaki dalam kehidupan harian, ini adalah perkara yang boleh ditentukan oleh sesebuah masyarakat berdasarkan keadaannya. Bagi setiap masyarakat ada pakaian dan cara-cara yang memudahkan individunya. Apa yang disebut di dalam al-Qur’an mengenai hijab adalah khusus untuk isteri-isteri Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam. Hukum-hakam ini bukanlah semestinya berkaitan dengan seluruh wanita.”

Demikianlah di antara sebahagian penentangan-penentangan terhadap hukum Allah yang ditunjukkan oleh kumpulan atau individu yang sudah teracun oleh pemikiran kufur Barat. Di samping itu, masih terdapat ramai juga wanita Muslim yang masih tidak tahu, tidak faham atau salah faham dengan cara-cara menutup aurat secara syar’ie di dalam kehidupan mereka. Justeru, mereka terjatuh di dalam dosa dan keharaman. Justeru, hukum menutup aurat ke atas Muslimah ini mestilah diperhatikan betul-betul agar kita tidak terjerumus ke dalam kesesatan dan dosa.

Dalil-dalil tentang Aurat Wanita

(i) Batasan aurat wanita
Aurat wanita adalah seluruh anggota tubuhnya kecuali wajah dan dua telapak tangannya. Leher dan rambutnya adalah aurat di hadapan lelaki ajnabi (bukan mahram) walaupun sehelai. Pendek kata, dari hujung rambut sampai hujung kaki kecuali wajah dan dua telapak tangan adalah aurat yang wajib ditutup. Hal ini berlandaskan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

“Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak darinya.” [TMQ An-Nur (24):31].

Yang di maksud “wa laa yubdiina ziinatahunnaa” (janganlah mereka menampakkan perhiasannya), adalah "wa laa yubdiina mahalla ziinatahinnaa", maksudnya janganlah mereka menampakkan tempat-tempat (anggota tubuh) yang di situ dikenakan perhiasan. [Lihat Abu Bakar Al-Jashshash, Ahkamul Qur`an, Juz III hal.316].

Selanjutnya, kalimah “illa maa zhahara minhaa” [kecuali yang (biasa) nampak darinya], ini bermaksud, ada anggota tubuh yang boleh dinampakkan iaitu wajah dan kedua telapak tangan. Demikianlah pendapat sebahagian sahabat, seperti Ibnu Abbas, Ibnu Umar dan juga Aisyah [Al-Albani, 2001:66].

Ibnu Jarir Ath-Thabari (wafat 310H) menjelaskan dalam kitab tafsirnya, Jami Al-Bayan fi Tafsir Al-Qur`an Juz XVIII ms 84, mengenai apa yang di maksud “kecuali yang (biasa) nampak darinya (illaa maa zhahara minha)”, katanya, pendapat yang paling mendekati kebenaran adalah yang mengatakan bahawa, yang dimaksudkan (dalam ayat di atas) adalah wajah dan dua telapak tangan.

Pendapat yang sama dinyatakan Imam Al-Qurthubi dalam kitab tafsirnya Al-Jamia li Ahkam Al-Qur’an, Juz XII hal. 229 [Al-Albani, 2001:50 & 57]. Jadi, apa yang biasa nampak darinya adalah wajah dan dua telapak tangan sebab kedua anggota tubuh inilah yang biasa nampak dari kalangan Muslimah di hadapan Nabi Sallalahu alaihi wa Sallam sedangkan baginda mendiamkannya. Kedua anggota tubuh ini pula yang nampak dalam ibadah-ibadah seperti haji dan solat dan biasa terlihat di masa Rasulullah iaitu di masa masih turunnya ayat Al Qur`an [An-Nabhani, 1990:45].

Dalil lain yang menunjukkan bahawasanya seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan dua telapak tangan ialah sabda Rasulullah kepada Asma’ binti Abu Bakar,

“Wahai Asma’ sesungguhnya seorang wanita itu apabila telah baligh (haidh) maka tidak boleh baginya menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, seraya menunjukkan wajah dan telapak tangannya.” [HR Abu Dawud]

(ii) Aurat Wanita dalam Hayaatul ‘Am (Kehidupan Umum/Public Life

Read more: http://scripters.ning.com/forum/topic/show?id=2386880%3ATopic%3A320870&xgs=1&xg_source=msg_share_topic#ixzz0rJW8mUH1

6 Jun 2010

Islam Mengangkat Martabat Wanita Bertudung

"Berikut ini adalah ciri-ciri atau syarat-syarat pakaian muslimah:

1. Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan, menurut ijma' para ulama bahagian yang dikecualikan itu adalah wajah dan telapak tangannya.

Ada kaum muslimah yang tidak mengindahkan syarat ini sehingga dia memakai pakaian tetapi lengannya di biarkan terbuka atau kakinya terdedah. Ada juga yang yang memperlihatkan betis mereka.

2. Pakaian tersebut bukanlah berfungsi sebagai perhiasan, ini berdasarkan firman Allah SWT yang ayatnya iaitu:

 "...Dan janganlah kaum wanita itu menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa terdedah (muka dan tapak tangan).." (An-Nur: 31)

Secara umum kandungan ayat ini juga mencakupi pakaian biasa jika dihiasi dengan sesuatu, yang menyebabkan kaum lelaki melirikkan pandangan kepadanya.

Perintah mengenakan pakaian menutup aurat bermaksud untuk menutupi perhiasan wanita. Maka tidaklah masuk akal jika pakaian itu akhirnya berfungsi sebagai hiasan. Kini banyak kaum muslimah yang memakai pakaian dengan tidak memanjangkan kain tudungnya untuk menutupi dada mereka tetapi dibentuk sedemikian rupa dengan cara dililitkan di leher sehingga terkadang lehernya terbuka tidaak tertutup sempurna atau membiarkan bahagian rambutnnya dilihat.

Kecenderungan para muslimah untuk memakai pakaian menutup aurat kini didukung penuh oleh berbagai jenis model yang banyak terdapat di pasaran sehingga perkembangan model-model busana muslimah semakinrancak . Mereka berlumba-lumba merancang busana muslimah sehingga fungsinya yang asal berubah. Ditambah berbagai aksesori dan hiasan membuat busana muslimah berubah fungsi sebagai perhiasan dan menambah kecantikan wanita sehingga wanita yang memakainya dapat menjadi pusat perhatian.Dan ini ditegah oleh Islam.

3. Pakaian tersebut longgar, tidak ketat, sehingga tidak dapat menggambarkan sesuatu dari tubuhnya.

Pakaian yang menampakkan bentuk tubuh adalah dilarang oleh Rasulullah, kerana hikmah pemakaiannya tidak mencapai sasaran dan standard pakaian terrsebut masih gagal memenuhi kehendak syariat.

4. Kainnya mesti tebal dan tidak nipis dan lut sinar.

Yang pasti jika busana muslimah berfungsi untuk menutup aurat maka kainnya mesti tebal dan tidak tipis dan lutsinar. Jika ia nipis ertinya sama sahaja ia tidak menutup auratnya bahkan memancing godaan dan menampakkan perhiasannya.

Perhiasan inilah yang menggamit mata kaum adam yang akan menghasilkn dosa bagi si penonton dan model yang memperlihatkannya. Hal ini seperti yang diterangkan oleh Rasulullah saw dalam hadis berikut ini: "Pada akhir umatku nanti akan ada wanita-wanita yang berpakaian namun (hakikatnya) telanjang. Di atas kepala mereka seperti terdapat bonggol unta. Kutuklah mereka kerana sebenarnya mereka itu adalah kaum wanita yang terkutuk."

5. Tidak boleh memakai wangi-wangian atau perfume yang boleh memikat hidung lelaki menghidu bau tersebut.

Cukup sekadar untuk keperluan diri sendiri seperti menghilangkan bau peluh demi keselesaan di tempat awam.

Ini berdasarkan berbagai hadis yang melarang kaum wanita untuk memakai wangi-wangian bila mereka keluar rumah, seperti yang tertera dalam hadis berikut ini: Dari Abu Musa Al-Asya'ri bahawasanya ia berkata: Rasulullah saw telah bersabda: "Siapapun perempuan yang memakai wangi-wangian, lalu ia melewati kaum lelaki agar mereka mendapat baunya, maka ia adalah penzina. (HR. An-Nasai, Abu Daud, dan At-Tirmidzi)

Walaupun ada larangan bagi muslimah untuk memakai wangi-wangian bukan bererti muslimah harus tampil dengan bau yang tidak sedap. Muslimah harus tetap menjaga kebersihan tubuh,dan pakaian agar tidak menimbulkan bau badan yang dapat mengganggu dan menimbulkan fitnah baru iaitu adanya penilaian orang bahawa orang yang memakai jilbab mempunyai bau yang tidak sedap. Perawatan tubuh tetap diperbolehkan bagi muslimah asal tidak jatuh pada perbuatan tabarruj atau berhias.

6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki.

Masalah ini ditegaskan dalam hadis Rasulullah berikut ini: Dari Abu Hurairah yang berkata: "Rasulullah melaknat lelaki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian lelaki." (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Al-Hakim, dan Ahmad).

7. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir.

Dalam syari'at islam telah ditetapkan bahawa kaum muslimin, baik laki-laki mahupun wanita, tidak diperbolehkan bertasyabuh (menyerupai) orang-orang kafir, baik dalam ibadah, ikut merayakan hari raya, dan berpakaian dengan pakaian khas mereka.

8. Bukan Libas syuhrah (pakaian untuk mencari popularity dan memperagakannya).

Larangan ini berdasarkan hadis berikut:

"Berdasarkan hadis Ibnu Umar ra. Yang berkata: Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa mengenakan pakaian syuhrah (untuk mencari populariti) di dunia, nescaya Allah mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka." (HR. Ibnu Najah dan Abu Dawud).

Asy-Syaukani dalam Nailul Authar memberikan definisi tentang libas syuhrah iaitu setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan meraih populariti di tengah-tengah orangramai , baik pakaian tersebut mahal, yang dipakai oleh seseorang untuk berbangga dengan dunia dan perhiasannya, atau pun pakaian yang bernilai rendah yang dipakai seseorang untuk menampakkan kezuhudannya dan dengan tujuan riyaknya.

Semua ini adalah adalah cirri-ciri dan standard yang sudah ditetapkan syari'at untuk mengatur bagaimana seorang muslimah berpakaian dan menutup auratnya.

Tentang tumbuhnya dab berkembangnya pelbagai model busana muslimah sekarang ini, bukan bererti kita tidak boleh menyukainya bahkan memakainya, asalkan semuanya tidak melanggar standard yang sudah dijelaskan di atas dan yang lebih penting kita harus dapat menjaga hati kita agar busana muslimah yang kita kenakan tidak mengheret kita ke neraka kerana niat kita berubah dari ingin menjalankan perintah Allah SWT untuk menutup aurat menjadi riyak atau mencari populariti.

Semoga Allah SWT tetap menjaga hati kita agar senantiasa bersikap dan berbuat hanya untuk mencari keredhaan-Nya. Amin

Bila wanita menjaga auratnya dari pandangan lelaki bukan muhram, bukan sahaja dia menjaga maruah dirinya, malah maruah wanita mukmin keseluruhannya.

Harga diri wanita terlalu mahal. Ini kerana syariat telah menetapkan supaya wanita berpakaian longgar dengan warna yang tidak menarik serta menutup seluruh badannya dari kepala hingga ke kaki.

Kalau dibuat perbandingan dari segi harta dunia seperti intan dan berlian, ianya dibungkus dengan rapi dan disimpan pula di dalam peti besi yang berkunci. Begitu juga diumpamakan dengan wanita, Kerana wanita yang bermaruah tidak akan mempamerkan tubuh badan di khalayak umum. Mereka masih boleh tampil di hadapan masyarakat bersesuaian dengan standard yang digariskan syarak. Wanita tidak sepatutnya mengorbankan maruah dan dirinya semata-mata untuk mengejar pangkat, darjat, nama, harta dan kemewahan dunia.

Menyentuh berkenaan pakaian wanita, alhamdulillah sekarang telah ramai wanita yang menjaga auratnya, sekurang-kurangnya dengan memakai tudung. Dapat kita saksikan di sana sini wanita mula memakai tudung. Pemakaian tudung penutup aurat sudah melanda dari peringkat bawahan hingga kepada peringkat atasan. Samada dari golongan pelajar-pelajar sekolah hinggalah kepada pekerja-pekerja pejabat.

Walaupun pelbagai gaya tudung diperaga dan dipakai, namun pemakaiannya masih tidak lengkap dan sempurna. Masih lagi menampakkan batang leher, dada dan sebagainya.

Ada yang memakai tudung, tetapi pada masa yang sama memakai kain belah bawah atau berseluar ketat dan sebagainya. Pelbagai warna dan pelbagai fesyen tudung turut direka untuk wanita-wanita Islam kini.
Ada rekaan tudung yang dipakai dengan songkok di dalamnya, dihias pula dengan kerongsang (broach) yang menarik. Labuci warna-warni dijahit pula di atasnya. Dan berbagai-bagai gaya lagi yang dipaparkan dalam majalah dan suratkhabar fesyen untuk tudung. Rekaan itu kesemuanya bukan bertujuan untuk mengelakkan fitnah, sebaliknya menambahkan fitnah ke atas wanita.

Walaubagai mana pun berpakaian kemas dan menceriakan bukan lah termasuk dalam istilah tabarruj (berhias). Begitu juga memakai barang kemas perhiasan sekadar memenuhi fitrah wanita yang sukakan perhiasan tidak dikira tabarruj dengan syarat ia tidak diperagakan.

Dikira sebagai berhias yang dibenar dan digalakkan ialah membersihkan diri dalam segala aspek, termasuk perkra-perKara fitrah dalam diri kita seprti memotong kuku,mencukur bulu kemaluan, mencukur misai bagi lelaki, membersihkan muka dan badan.

Walhal sepatutnya pakaian bagi seorang wanita mukmin itu adalah bukan sahaja menutup auratnya, malah sekaligus menutup maruahnya sebagai seorang wanita. Iaitu pakaian dan tudung yang tidak menampakkan bentuk tubuh badan wanita, dan tidak berhias-hias yang mana akan menjadikan daya tarikan kepada lelaki bukan muhramnya. Sekaligus pakaian boleh melindungi wanita dari menjadi bahan gangguan lelaki yang tidak bertanggungjawab.

Apabila wanita bertudung tetapi masih berhias-hias, maka berlakulah pada pakaian wanita Islam sekarang walaupun bertudung, tetapi semakin membesarkan riak dan bangga dalam diri atau bertudung tetapi ketat seluarnya sehingga menampakkan perhiasan yang sepatutnta dilindung dan hanya halal unutk suaminya sahaja. Sombong makin bertambah. Jalan mendabik dada. Terasa tudung kitalah yang paling cantik, up-to-date, sofistikated, bergaya, ada kelas dan sebagainya. Bertudung, tapi masih ingin bergaya keterlaluan sehingga menimbulkan dosa. .

Kesimpulannya, tudung yang kita pakai tidak membuahkan rasa kehambaan. Kita tidak merasakan diri ini hina, banyak berdosa dengan Tuhan mahupun dengan manusia. Kita tidak terasa bahawa menegakkan syariat dengan bertudung ini hanya satu amalan yang kecil yang mampu kita laksanakan. Kenapa hati mesti berbunga dan berbangga bila boleh memakai tudung?

Ada orang bertudung tetapi lalai atau tidak bersembahyang. Ada orang yang bertudung tapi masih lagi berkepit dan keluar dengan teman lelaki . Ada orang bertudung yang masih terlibat dengan pergaulan bebas. Ada orang bertudung yang masih menyentuh tangan-tangan lelaki yang bukan muhramnya. Dan bermacam-macam lagi maksiat yang dibuat oleh orang-orang bertudung termasuk kes-kes besar seperti zina, khalwat dan sebagainya. Mereka ini tidak memahami dan menyelami maksud dan hikma h bertudung. Sepatutnya tudung itu menjadikan mereka malu dan segan untuk membuat maksiat.

Jadi, nilai tudung sudah dicemari oleh orang-orang yang sebegini. Orang Islam lain yang ingin ikut jejak orang-orang bertudung pun tersekat melihat sikap orang-orang yang mencemari hukum Islam. Mereka merasakan bertudung atau menutup aurat sama sahaja dengan tidak bertudung. Lebih baik tidak bertudung. Mereka rasa lebih bebas lagi.

Orang-orang bukan Islam pula tawar hati untuk menerima Islam sebagai agamanya kerana sikap umat Islam yang tidak menjaga kemuliaan hukum-hakam Islam. Walaupun bertudung, perangai mereka sama sahaja dengan orang-orang bukan Islam.Mmereka tidak nampak perbezaan agama Islam dengan agama mereka. Keindahan Islam itu tidak diperaga dengan betul.

Lihatlah betapa besarnya peranan tudung untuk men dakwah orang lain. Selama ini kita tidak sedar diri kitalah agen bagi Islam. Kita sebenarnya pendakwah Islam. Dakwah kita bukan seperti pendakwah lain tapi hanya melalui pakaian yang dinamakan Dakwah Bil Hal iaitu dakwah melalui penampilan cara berpakaian.

Kalau kita menutup aurat, tetapi tidak terus memperbaiki diri zahir dan batin dari masa ke semasa, kitalah punca gagalnya mesej Islam untuk disampaikan. Jangan lihat orang lain. Islam itu bermula dari diri kita sendiri.

Ini tidak bermakna kalau akhlak belum boleh jadi baik tidak boleh pakai tudung. Aurat, wajib ditutup tapi dalam masa yang sama, perbaikilah kesilapan diri dari masa ke semasa. Tudung di luar tudung di dalam (hati). Buang perangai suka mengumpat, berdengki, berbangga, ego, riak dan lain-lain penyakit hati.

Walau apapun, kewajipan bertudung tidak terlepas dari tanggungjawab setiap wanita Muslim. Samada baik atau tidak akhlak mereka, itu adalah antara mereka dengan Allah. Amat tidak wajar jika kita mengatakan si dia itu walaupun bertudung, namun tetap berbuat kemungkaran. Berbuat kemungkaran adalah satu dosa, manakala tidak menutup aurat dengan menutup aurat adalah satu dosa lain.

Kalau sudah mula menutup aurat, elak-elaklah diri dari suka bertengkar. Hiasi diri dengan sifat tolak ansur. Sentiasa bermanis muka. Elakkan pergaulan bebas lelaki perempuan. Jangan lagi berjalan ke hulu ke hilir dengan teman lelaki. Serahkan pada Allah tentang jodoh. Memang Allah sudah tetapkan jodoh masing-masing. Yakinlah pada ketentuan qada' dan qadar dari Allah.

Apabila sudah menutup aurat, cuba kita tingkatkan amalan lain. Cuba jangan tinggal solat lagi terutama dalam waktu bekerja. Cuba didik diri menjadi orang yang lemah-lembut. Buang sifat kasar dan sifat suka bercakap dengan suara meninggi. Buang sikap suka mengumpat, suka mengeji dan mengata hal orang lain.

Jagalah tertib sebagai seorang wanita. Jaga diri dan maruah sebagai wanita Islam. Barulah nampak Islam itu indah dan cantik kerana indah dan cantiknya akhlak yang menghiasi peribadi wanita muslimah. Barulah orang terpikat untuk mengamalkan Islam. Dengan ini, orang bukan Islam akan mula hormat dan mengakui "Islam is really beautiful." Semuanya bila individu Islam itu sudah cantik peribadinya. Oleh itu wahai wanita-wanita Islam sekalian, anda mesti mengorak langkah sekarang sebagai agen dakwah melalui pakaian anda.

Written by Muslimah Thursday, 13 November 2008 01:15
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...